Fakta Menarik Kota Surakarta

Fakta Menarik Kota Surakarta

Solo yaitu salah satu kota yang unik serta sayang untuk dilewatkan. buat kamu yang belum pernah menyambangi Solo, sempatkanlah. Mengapa? berziarah ke Solo, berarti Anda masuk ke kawasan Wisata Solo, sejarah dan budaya. saat ini, banyak perusahaan yang melayani perjalanan ke Solo.

Wisata di Solo dan sekitarnya layak buat dicoba. buat penginapan, tersedia banyak hotel di Solo, mulai dari yang murah sampai yang berkelas bintang lima. Sebelum bergerak ke Solo, sebaiknya kamu mengetahui apa saja keistimewaan dari kota ini. Berikut sebagian fakta menakjubkan dari Kota Solo!

Mempunyai dua nama

Kota Solo yaitu Kota yang menyandang dua nama dimana nama tersebut sama digunakan, ialah Solo serta Surakarta. Pada mulanya masyarakat sudah familiar dengan Desa Sala, maka banyak orang yang menyebut dengan Kraton Sala. Maka jadilah penyebutan itu hingga sekarang. Nama Sala masih dipergunakan, dan nama Surakarta juga tetap dipakai. akan tetapi entah dimulai oleh siapa serta kapan, dan karena apa pula, kata Sala berubah penulisan serta pembacaannya menjadi Solo.

Salah satu kota ternyaman untuk ditinggali

Solo merupakan salah satu kota ternyaman untuk ditinggali di pulau Jawa. Solo merupakan kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini betul-betul nyaman dihuni karena ketenangan kotanya, penduduknya sebagian besar suku jawa. Solo atau Surakarta memiliki semboyan "Berseri", kependekan dari "Bersih, Sehat, Rapi, serta Indah", sebagai slogan yang merefleksikan ketenagan kota ini.

Tradisi Unik Kota Solo

Di Kota Solo ada tradisi unik yakni Kirab Pusaka 1 Suro. acara ini diselenggarakan oleh Keraton Surakarta serta Puro Mangkunegaran pada malam hari menjelang tanggal 1 Suro. acara ini ditujukan buat merayakan tahun baru Jawa 1 Suro. Rute yang ditempuh kurang lebih sejauh 3 km yakni Keraton - Alun-alun Utara - Gladak - Jl. Mayor Kusmanto - Jl. Kapten Mulyadi - Jl. Veteran - Jl. Yos Sudarso - Jl. Slamet Riyadi - Gladak kemudian kembali ke Keraton lagi.

Pusaka- pusaka yang mempunyai daya magis tersebut dibawa oleh para abdi dalem yang berbusana Jawi Jangkep. Kirap yang berada di depan adalah sekelompok Kebo Bule bernama Kyai Slamet sedangkan barisan para pembawa pusaka berada di belakangnya, yang paling unik adalah waktu kebo bule ini mengeluarkan kotoran, maka orang akan saling berebutan buat mendapatkan kotoran kebo bule ini. Katanya sih, bisa bawa berkah. Namanya juga kepercayaan. Percaya ga percaya sih.

Ada pasar loak terkenal

Di Kota Solo terdapta pasar Loak atau pasar barang-barang bekas yang sungguh terkenal adalah Pasar Klithikan Notoharjo, pasar ini dibangun pada tahun 2006 oleh Pemerintah Kota Surakarta. Pasar ini terletak di Kalurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, di atas lahan seluas 1.800 m2.

Pasar Klithikan Notoharjo dibangun menampung penjual kaki lima diarea Taman Monumen 45 Banjarsari yang berjumlah 909 penjaja. Pasar Notoharjo lebih dikenal dengan nama Pasar Klithikan karena pasar tersebut sebagai wadah bagi pedagang kakilima yang menjual berbagai barang bekas, seperti elektronik, pakaian, ponsel, sparepart kendaraan dan barang-barang lainnya. Pasar ini cukup unik karena di sini pengunjung bisa menemukan barang-barang bekas layak pakai.

Penyelenggara PON Pertama

Solo yaitu kota pertama dimana PON (Pekan Olahraga Nasional) I diadakan. PON I yaitu PON pertama Indonesia yang diadakan di Surakarta pada 9-- 12 September 1948. Tanggal pembukaannya, 9 September, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional.Pembukaan PON pertama ini diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sekarang KONI.

Pekan Olahraga Nasional I ini diikuti oleh sekitar 600 atlet yang bertanding pada 9 cabang olahraga merupakan Atletik, Lempar Cakram, bulu tangkis, sepak bola, tennis, renang, Pencak silat, Panahan dan Bola Basket dengan jumlah total medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan sebanyak 108 medali. Pesertanya bukan pada tingkat propinsi melainkan pada tingkat Kota dan Karesidenan. ada 13 partisipan ialah Surakarta, Yogyakarta, Bandung, Madiun, Magelang, Malang, Semarang, Pati, Jakarta, Kedu, Banyuwangi dan Surabaya. Juaranya ialah kota Solo atau Surakarta dengan total medali sebanyak 36 medali.

Punya dua keraton

Solo yakni salah satu dari sedikit kota di Indonesia yang mempunyai dua keraton, ialah Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Mangkunegaran Surakarta yang berjarak sekira 11 km. Meskipun kedua keraton sudah tidak menjalankan pemerintahan seperti dahulu, akan tetapi masih ada sultan dan abdi dalem di dalam istana. Selain itu, keduanya juga masih kerap menggelar banyak ritual serta up acara adat.

Selain bisa melihat sendiri arsitektur kuno pada bangunan istana dan masjid. Kamu juga bisa belajar mengenal kebudayaan Jawa yang masih terjaga. Jika bertamu di tatkala yang tepat, kamu bisa menyaksikan berbagai up acara serta ritual tahunan, salah satunya ialah Sekaten.

Uniknya batik khas Solo

Setiap batik tradisional di setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri, sama halnya dengan batik khas Solo. Batik Solo mempunyai beragam motif, dua di antaranya yang paling populer merupakan Parang Kusumo dan Truntum. Batik Truntum identik dengan motif bunga kecil-kecil yang membentuk sebuah pola besar.

Batik Parang Kusumo berbeda lagi. Batik ini dikenal sebagai batik yang biasa dipakai golongan bangsawan Solo. Ciri dari batik ini ialah lajur motif diagonal yang dilukis dari bawah ke atas yang menandakan bahwa pemakainya masih berasal dari keturunan raja. Jika ingin lebih mengenal batik khas Solo, kamu bisa menginap di Best Western Premier Solo yang yaitu sebuah hotel berkonsep batik.

Wisata kereta uap di tengah kota

Bagaimana rasanya naik sepur uap kuno dengan asap yang mengepul di udara serta suara tuutt. tuutt. yang khas? Rasa penasaran kamu akan segera terjawab oleh Sepur Kluthuk Jaladara. Lokomotif buatan Jerman pada 1896 ini masih aktif beroperasi sebagai sepur wisata. kereta ini bisa kamu temukan di Kota Solo loh.

Banyak dijumpai supeltas -Pak Ogah-.

Di Solo ada orang-orang yang ikhlas meski hidup pas-pasan, mereka merupakan Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) yang rela tidak dibayar demi melancarkan arus lalu lintas yang makin semarwut. akan tetapi beberapa tatkala lalu para 'polisi cepek' ini oleh Kepolisian Kota Solo dibina. Dikasih rompi dan perlengkapan pengatur lalu lintas seperti peluit dan tanda rambu.

" Jika dahulu kami hanya bantu menyeberangkan orang yang ngasih duit aja, sekarang kami nggak pan serta g mau ngasih atau tidak semua kami bantu". waktu ditanya apakah tersedia honor khusus dari kepolisian, mereka menjawab nggak ada. "Ya hanya mengandalkan pemberian sukarela dari pengguna jalan saja, namanya juga sukarelawan mas", demikian katanya. namun demikian mereka sungguh bahagia karena dapat membantu kesusahan orang lain waktu di jalanan. untuk lebih lanjut silahkan lihat http://jempolkaki.com/wisata-solo